Di dunia ini telah tumbuh-kembang kesadaran di masyarakat bahwa semakin kecil gaji yang kamu peroleh semakin buruk kamu akan diperlakukan. Di sinilah terlihat kerdilnya manusia menilai manusia lain bukan melalui nilai-nilai internal dalam dirinya. Namun, menjadi orang yang punya banyak uang daripada orang lain bukanlah nasib buruk. Mengutip The Korean Herald pada Sabtu (11/1/2025), penelitian yang dipimpin oleh professor Yoon Suk-joon dari Fakultas Kedokteran Universitas Korea. Hasil analisa data asuransi nasional pada tahun 2020 menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam kelompok pendapatan tertinggi secara rata-rata memiliki harapan hidup sehat lebih lama sebesar 8,66 tahun dibandingkan mereka yang ada pada kelompok berpendapatan rendah, masing-masing ada pada usia 74,88 tahun dan 66,22 tahun.
Bumi sudah ada sejak puluhan juta tahun lalu, kita manusia lalu terlahir, hidup dalam waktu singkat, walaupun berbagai cara dilakukan untuk menunda-nunda kematian, setelah kematian tiba, kemudian kehidupan di bumi tetap berlangsung seperti sebelum keberadaan kita. Dalam waktu singkat inilah kebanyakan dari kita berhasrat ingin meraih kebahagian, jauh dari penderitaan. Kebahagiaan seringkali disederhanakan menjadi kesenangan semata, sumber kesenangan manusia selain dari kesenangan yang bisa langsung dirasakan oleh fisik manusia sendiri melainkan juga kesenangan pikiran. Manusia ingin jauh dari rasa sakit, kenikmatan tubuh, pakaian, atau tempat berlindung dari panas terik matahari dan dinginnya malam hari. Namun, manusia lalu memberikan ruang dalam pikirannya tentang pendapat orang lain mengenai dirinya.
Bersambung....
Sumber informasi: artikel https://www.koreaherald.com/article/10383056 ; buku berjudul Tentang Pesimisme, Schopenhaur terbitan Antinomi.
0 komentar:
Posting Komentar